Sepertinya kata "New Media" atau dalam bahasa Indonesia yang berarti "Media Baru" masih terdengar cukup asing, padahal sebenarnya contoh dari media baru ini sudah berada di sekitar kehidupan kita, khususnya di dunia maya.
Siapa sih yang tidak kenal dengan Facebook, Twitter, Pinterest, Instagram, Wikipedia, blog-blog tentang berita gitu? Pasti sudah pada tau dong ya dengan contoh - contoh diatas. Well, mereka adalah salah banyak contoh dari "New Media"
"Jadi, "New Media" atau "Media Baru" itu apasih?"
Oke - oke, untuk lebih jelasnya, menurut wikipedia, Media baru adalah :
"sebuah terminologi untuk menjelaskan konvergensi antara teknologi komunikasi digital yang terkomputerisasi serta terhubung ke dalam jaringan. Contoh dari media yang sangat merepresentasikan media baru adalah Internet. Program televisi, film, majalah, buku, suratkabar, dan jenis media cetak lain tidak termasuk media baru.
Wets wetss, penjelasannya si mamang Wikipedia bisa dimengerti ga sih? Soalnya bahasanya aja ribet banget kayanya deh. Well, menurut penulis pribadi sih, media baru adalah :
"sebuah penggunaan suatu teknologi komunikasi (baik itu aplikasi maupun website) yang terhubung ke jaringan (internet)"
Intinya sih media baru adalah media selain koran, televisi, majalah, buku, ya gitu - gitu deh, yang terhubung melalui sebuah jaringan atau yang biasa kita kenal adalah internet.
Tujuan new media apasih?
Tujuan media baru hampir sama dengan media cetak juga loh, yaitu bertujuan untuk berbagi informasi sedetail mungkin, tetapi bedanya adalah kecepatan berbagi informasinya. Kalau media cetak, kecepatan berbagi informasi masih tergolong lambat, sedangkan media baru tergolong sangat up to date alias cepat.
Media baru juga bukan hanya sekedar berbagi informasi "keadaan sekitar" saja loh, tetapi media baru juga bisa berbagi "kegiatan apa yang sedang kita lakukan", artinya media sosial juga termasuk dalam media baru.
"Lalu, dampak positif dan negatif dari media baru apa?"
Kalau berbicara tentang dampak, pasti selalu ada positif dan negatifnya. seperti yang kita ketahui, internet memang memiliki banyak dampak, mari kita mulai dari positif terlebih dahulu :
POSITIVE :
- Semakin mudah mencari informasi dengan cepat
- Mudah berbagi informasi secara digital
- Mengakses lebih dimudahkan
- Tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal untuk mengetahui suatu berita (tidak usah membeli koran atau majalah tertentu)
NEGATIVE :
- Rasa sosial di masyarakat menjadi pudar karena semua sibuk online
- Sebagai awal mula kriminalitas
- Munculnya "Cyber Crime" atau kejahatan online seperti penipuan, penculikan dll
- Terjadinya polusi informasi (banyak hoax)
- Menumbuhkan sifat hedonisme (budaya menghamburkan uang)
TELEVISION
Oke, setelah new media sudah dibahas, kali ini kita pindah topik dulu, yaitu ke "TELEVISI"
Secara umum, televisi dibagi menjadi dua : Analog dan Digital
- ANALOG : siaran televisi yang dipancarkan dengan menggunakan variasi voltase dan frekuensi dari suatu sinyal
- DIGITAL : siaran televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal gambar, suara, dan data ke pesawat televisi
Oke, penulis tau kok kalian pusing baca pengertiannya. Jadi simpelnya begini saja :
- ANALOG (menurut penulis) : adalah siaran televisi yang hanya bisa dipancarkan melalui frekuensi dari sinyal
- DIGITAL (menurut penulis) : adalah siaran televisi yang bisa dipancarkan dari suatu jaringan (tanpa frekuensi dari sinyal) untuk penyiaran dengan kualitas yang jauh lebih baik.
Contoh TV analog adalah semua televisi yang menggunakan antena, dan contoh TV digital adalah semua layanan TV Berbayar yang sudah menggunakan jaringan internet sebagai media penyiarannya.
Perkembangan televisi dari yang masih jamannya analog menjadi digital itu bisa dikatakan sangat - sangat lama perkembangannya. Karena televisi saja ditemukan sekitar tahun 1920-an, dan televisi dengan siaran digital baru populer di awal tahun 2000-an, yang mana penyebabnya adalah tidak lain dan tidak bukan karena para penikmat acara televisi menginginkan siaran televisi yang lebih "jernih dan kualitas gambarnya bagus", maka siaran televisi analog secara perlahan - lahan mulai ditinggalkan, dan masyarakat mulai beralih ke siaran televisi digital, dimana kualitas gambar yang dihasilkan lebih baik daripada analog.
Bagi yang berminat untuk membaca sejarah televisi digital dan analog, bisa kunjungi ke blog ini, karena kepanjangan kalo penulis taruh di blog sendiri. Hehehe.
"setelah dijelaskan antara media baru dengan televisi analog dan digital, lalu sekarang apa ya hubungannya mereka semua?"
Ini pendapat agak sedikit panjang ya. Semua dimulai dari media baru. Media baru menyajikan apa yang dinamakan "dunia dalam digital", alias semua informasi, hiburan dan lain - lain dapat dinikmati dengan menggunakan jaringan yang disebut internet. Dengan internet, masyarakat tidak perlu lagi bersusah payah untuk mendapat hiburan. Semua ada dalam internet.
Televisi juga tidak mau ketinggalan zaman. Ketika semuanya sudah serba "media baru", mulai dari berita, hiburan, berjualan dan lain - lain, televisi sebagai "raja" dari hiburan juga tidak mau kalah. Maka diciptakanlah televisi digital, dimana saluran televisi yang dapat diakses dengan menggunakan jaringan internet.
Dengan digital, semua dimudahkan. Ada banyak dampak, baik yang positif maupun negatif, tetapi kembali lagi ke diri masing - masing. Apakah kita mau menggunakan media baru secara bijak?











Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus