. . .

Selasa, 28 April 2020



1. Role Playing Game (RPG)

RPG adalah salah satu yang mengandung unsur experience atau leveling dalam gameplay. Biasanya dalam game ini kita memiliki kebebasan untuk menjelajah dunia game tersebut dan juga kita dapat menentukan ending dari game tersebut.
Di dalam RPG, ada genre game bernama MMORPG (Massively Multiplayer Online Role Playing Game). Genre ini bisa dibilang game onlinenya RPG.
Contoh game bergenre RPG:




2. First Person Shooter (FPS)




FPS adalah game yang tembak menembak yang memiliki ciri utama penggunaan sudut pandang orang pertama yang membuat kita di belakang senjata.

Contoh game bergenre FPS :











3. Third Person Shooter (TPS)




TPS adalah game yang mirip dengan FPS yaitu memiliki gameplay tembak menembak hanya saja sudut pandang yang digunakan dalam game ini adalah orang ketiga.

Contoh game bergenre TPS :









4. Strategy




Strategy adalah genre game yang memiliki gameplay untuk mengatur suatu unit atau pasukan untuk menyerang markas musuh dalam rangka memenangkan permainan.

Genre Strategy dapat dibagi menjadi dua, yaitu :


A. Real Time Strategy (RTS)

Pada game ini, kita dapat mengendalikan pasukan secara langsung, dari mencari sumber daya, hingga menghancurkan musuh. Semua pertarungan ini dapat kita saksikan secara langsung.

Contoh game bergenre RTS :












B. Turn Based Strategy (TBS)

Sistemnya seperti Turn Based RPG, tetapi di sini selain mengendalikan character utama, kita mengendalikan pasukan dan kota kita untuk memenangkan pertarungan. Biasanya kita memainkan gamenya di atas peta.

Contoh game bergenre TBS :









5. Simulation




Simulation adalah genre yang mementingkan realisme. Segala faktor pada game ini sangat diperhatikan agar semirip di dunia nyata. Baik nilai, material, referensi dan faktor lainnya. Cara memainkannya juga berbeda. Genre simulasi meliputi game racing, flight, sampai militer.

Contoh game bergenre Simulation :









6. Tycoon




Tycoon adalah game yang menjadikan kita sebagai seorang bussinesman yang akan mengembangkan sesuatu property untuk dikembangkan hingga laku di pasaran.

Contoh game bergenre Tycoon :









7. Racing




Racing Game adalah game sejenis racing yang memungkinkan kita untuk mengendalikan sebuah kendaraan untuk memenangkan sebuah balapan.

Contoh game bergenre Racing :









8. Action Adventure




Action Adventure adalah game berupa petualangan salah seorang karakter yang penuh dengan penuh aksi yang akan terus ada hingga game tersebut tamat. (Biasanya Action dimasukkan kategori RPG)

Contoh game bergenre Action Adventure :









9. Arcade




Arcade game adalah genre game yang tidak terfokus pada cerita, melainkan hanya dimainkan "Just For Fun" atau untuk kejar mengejar point / highscore.

Contoh game bergenre Arcade :







10. Fighting Game




Fighting adalah genre game bertarung. Seperti dalam arcade, pemain dapat mengeluarkan jurus-jurus ampuh dalam pertarungannya. Genre fighting biasanya one on one dalam sebuah arena yang sempit.

Contoh game bergenre Fighting Game :









11. Sports




Sports adalah genre permainan olahraga. Sistem permainan akan berbeda-beda tergantung jenis olahraga yang menjadi tema game tersebut.

Contoh game bergenre Sports :


12. Historic




Game ini melibatkan tentang sejarah pada zaman dahulu.

Contoh game bergenre Historic :









13. Real Life




Game ini meliputi tentang kehidupan sehari-hari

Contoh game bergenre Reallife :









14. Musical




Game ini meliputi tentang alat musik.

Contoh game bergenre Musical :









15. Shooter




Genre permainan video yang ciri utamanya adalah penggunaan sudut pandang orang pertama dengan tampilan layar yang mensimulasikan apa yang dilihat melalui mata karakter yang dimainkan. Ciri utama lain adalah penggunaan senjata genggam jarak jauh.

Contoh game bergenre Shooter :









16. Action




Video game ini biasanya meliputi tantangan fisik, balapan, dan beberapa konflik lainnya. Dapat juga meliputi masalah ekonomi sederhana, seperti mengumpulkan benda-benda.

Contoh game bergenre Action :











17. Puzzle




Video game ini sesuai dengan namanya berintikan mengenai pemecahan teka-teki, baik itu menyusun balok, menyamakan warna bola, memecahkan perhitungan matematika, melewati labirin, sampai mendorong-dorong kotak masuk ke tempat yang seharusnya, itu semua termasuk dalam jenis ini. Sering pula permainan jenis ini adalah juga unsur permainan dalam video game petualangan maupun game edukasi.

Contoh game bergenre Puzzle :





TOPIK 1 :
Jika diartikan secara bahasa (berasal dari bahasa Inggris) adalah permainan. Dengan bantuan teknologi, kini game dapat diartikan secara lebih luas lagi. Jadi, secara istilah pengertian game adalah permainan yang diprogram pada suatu perangkat yang dapat dijalankan secara offline maupun online.

Berdasarkan cara bermainnya, game dapat dijalankan pada perangkat yang tidak terhubung ke internet (offline) dan harus terhubung ke internet (online) untuk dapat mengakses suatu server yang terpusat. Oleh karena itu, pengguna tidak dapat bermain game online apabila perangkatnya tidak terhubung ke internet.

Adapun antara game satu dengan lainnya memiliki fungsi logika yang berbeda-beda. Hal ini pula yang membuat setiap game memiliki perintah dan data yang berbeda pula. Pada dasarnya, pengertian game ini bersifat sangat global. Dengan kata lain, game tidak hanya permainan yang dapat dijalankan oleh perangkat saja, melainkan juga dapat dimainkan secara tradisional.

Hal yang paling penting dari sebuah game adalah adanya suatu aturan yang dapat menuntun jalannya sebuah permainan. Dengan adanya peraturan dalam sebuah game, pemain yang berinteraksi dengan sistem dapat terlibat langsung pada situasi tertentu dengan pemecahan masalah yang tidak terlepas dari aturan yang telah dibuat.

Dalam sebuah game, ada pula sebuah goal atau target yang dapat dijadikan sebagai penentu pencapaian pemain. Meskipun pada awalnya game ini bertujuan sebagai bentuk hiburan dan proses refreshing atau penyegaran terhadap kegiatan yang penat, tetapi pada kenyataannya tak jarang permainan tertentu malah bisa menambah beban pemain.

Dapat dilihat, perkembangan game yang tentunya didukung dengan perangkat-perangkat canggih membuat pasar developer game semakin terbuka lebar. Hingga bisa dipastikan bahwa pada tahun-tahun berikutnya, publik akan terus dikejutkan dengan hadirnya games baru yang terus muncul di permukaan. Apalagi animo masyarakat yang sangat welcome terhadap game, membuat perkembangannya sangat pesat sekali dan sangat ditunggu kehadirannya.






Faktor – Faktor yang membuat game menjadi menarik :
1. Hiburan
Manfaat pertama ini merupakan manfaat utama dari sebuah game. Beberapa game memang diketahui dapat menghilangkan penat yang disebabkan oleh rutinitas sehari-hari yang dilakukan. Hal inilah yang membuat game dapat menjadi sarana hiburan karena terdapat interaksi antara pemain dengan sistem. Hal ini tentunya berkat dukungan grafis, suara, maupun aspek lainnya.

2. Mengasah Otak
Meskipun sebagian orang menganggap bermain game adalah membuang-buang waktu, ternyata manfaat game yang kedua ini malah bisa bermanfaat bagi otak. Setiap game tentunya memiliki peraturan dan logika yang harus dipecahkan oleh pemainnya. Nah, hal inilah yang membuat otak pemain harus benar-benar berpikir untuk memecahkan masalah yang terdapat di dalam game tersebut.

3. Melatih Emosi
Tidak hanya dapat mengasah otak, ternyata game juga dapat melatih emosi. Pada saat pemain berada dalam situasi memecahkan masalah atau konflik maka secara tidak sadar pemain juga melatih emosinya.

4. Mengembangkan Kemampuan Diri
Berbagai kemampuan diri juga dapat ditemukan pada saat bermain game. Bahkan kemampuan diri juga dapat terus berkembang seiring waktu. Misalnya, berbahasa Inggris, memecahkan problem solving, membangun kerja sama tim (multiplayer), mendapatkan pengetahuan baru (khususnya game edukasi), dan lain sebagainya.

5. Menyeimbangkan Koordinasi Tubuh
Manfaat kelima ini tidak hanya berguna bagi anak-anak saja, melainkan untuk orang dewasa maupun lansia. Interaksi antara mata, otak, serta tangan dapat membantu menyeimbangkan kerja sama antara anggota tubuh. Tentu saja hal ini dapat membuat kecepatan berpikir, melihat, serta bergerak menjadi lebih cepat dan terarah.





TOPIK 2 :
Game yang bagus (mencakup konsol PS4, Nintendo Switch, PC, Xbox) adalah Grand Theft Auto 5 (GTA V). Alasannya adalah Grand Theft Auto V adalah seri kelima dari franchise Grand Theft Auto yang membawa gamer berperan sebagai tiga karakter utama. Ketiganya tidak berhubungan langsung pada awal cerita, dan perlahan-lahan pemain akan sadar bahwa mereka memiliki kesamaan. Jika Anda pernah memainkan ekspansi GTA IV, Anda akan merasakan pengalaman bermain yang mirip.
Namun, rasa mirip itu benar-benar hanya sebentar. Ketika mulai beraksi di Los Santos, kota permainan dari game ini, pemain bisa mearasakan sebuah kota dengan penduduknya yang memiliki AI cukup bagus. Hal tersebut bisa dilihat saat interaksi antar karakter figuran yang ditemui sepanjang jalan, begitupun saat tokoh utama ikut berinteraksi.
Kota Los Santos ini rupanya menyimpan banyak tempat yang menarik untuk dikunjungi, baik di dalam kotanya maupun wilayah pegunungan dan pantai. Selain itu, game ini memiliki dua kehidupan yang berbeda, siang dan malam. Ya, game ini menyediakan fitur day and night cycle.
Konsep open-world yang disematkan memang jadi kelebihan tersendiri dari franchise Grand Theft Auto. Rockstar berhasil memaksimalkan semua potensi yang dimiliki dari sebuah game open-world. Pemain bisa melakukan apa saja yang diinginkan, dan tidak hanya sekadar membuat kekacauan di jalan raya, sampai membuat pemainnya berurusan dengan polisi. Pemain bisa mengunjungi klub malam, naik kereta atau tram, berenang di dasar laut, atau naik pesawat terbang. Tak hanya itu, pemain juga diberikan cara untuk mendapatkan uang selain merampok, yaitu dengan memiliki saham di bursa efek.
Penokohan setiap karakter utama Grand Theft Auto V terbilang sangat tepat. Pasalnya, selain memiliki ceritanya masing-masing, watak dan gaya berbicara yang dimiliki memang terlihat sangat berbeda dan khas. Misalnya, Franklin dengan gaya bicara yang tidak lepas dari penggunaan kata homie dan nigga, termasuk lingkungan di sekitarnya dengan ras yang sama.
Fitur tambahan berikutnya adalah karakter yang kemampuannya berkembang dalam menjalankan aktifitas apapun. Anda pasti pernah menemui fitur ini dalam GTA San Andreas, dan di GTA V, fitur ini juga hadir dengan beberapa variasi tambahan. Gamer bisa menempbak dengan akurasi yang lebih tinggi setelah beberapa kali menembak dengan senjata tertentu.
Selain itu, kehadiran mode FPS atau sudut pandang orang pertama benar-benar membuat GTA V menyajikan gaya permainan yang dinamis. Sudut kamera ini sangat menarik ketika digunakan untuk berjalan di trotoar, berenang, terjun payung, atau sedang mengendarai mobil. Grand Theft Auto V, Sempurna di Segala Lini
Grand Theft Auto V memiliki mekanisme permainan yang sangat lengkap juga dilengkapi grafis yang sangat baik. Rockstar juga sebelumnya telah mengatakan bahwa mereka menunda perilisan untuk PC demi kualitas visual yang lebih baik ketimbang versi konsolnya. Benar saja, beberapa efek visual yang hadir di platform PC tidak akan ditemui saat memainkan GTA V di PlayStation 4 dan Xbox One. Kami memainkannya dengan kartu grafis NVIDIA GeForce GTX 970, dan tidak ada bug mengganggu yang kami temui sepanjang permainan.

Grand Theft Auto V adalah game yang sempurna dari berbagai aspek. Bukan sembarangan, saya sendiri melihat bahwa game ini bisa membuat pemain penasaran dengan apa yang bisa dilakukannya dalam dunia game tersebut, dan GTA V memungkinkan gamer untuk mewujudkannya, terutama mereka penggemar garis keras franchise GTA. Ini adalah salah satu game terbaik yang pernah dirilis untuk PC tahun ini.

Jumat, 17 April 2020

a. Apa kegunaan integritas basis data
Kegunaan integritas data sendiri yaitu untuk menjaga kemurnian data atau menjaga data-data yang tidak valid agar tidak masuk ke database. Integritas data juga tergolong murah dan mudah menjaga data integrity di level database dibandingkan dengan aplikasi, selain itu bugs nya juga sedikit.

b. Jelaskan jenis-jenis integritas basis data
jenis integritas data yang harus diperhatikan pada saat merancang RDBMS: 
(1) integritas entitas (entity integrity), dimana tidak ada baris data duplikat dalam satu tabel, 
(2) integritas jangkauan (domain integrity), dimana tidak ada item data yang melanggar jangkauan nilai ditiap kolom data, 
(3) integritas jangkauan (referentian integrity), yang menjaga relasi/korespondensi antar tabel, 
(4) integritas data antar tabel (redundant data integrity) dimana data di sebuah tabel tidak berulang di tabel lain, 
(5) integritas aturan nyata (bussiness rule integrity), dimana data disuatu tabel harus memiliki nilai yang layak dan dapat diterima (acceptable) di tempat sistem basis data itu diterapkan.

c. Buatlah contoh untuk Integritas Entitas
Contoh :
create table Pembelian
(ID Pembelian smallint,
ID model smallint,
DeskripsiModel varchar (40),
Primary Key (IDPembelian));

d. Buatlah contoh untuk Integritas Domain
Contoh :
Create table biografi
(idpenulis smallint unsigned not null,
tahunLahir year not null,
kotalahir varchar (40) not null default
‘Kosong’);
create domain nilai numerik(3,2)
constraint value-test check (value >=0.00)

Integritas data sangat penting karena dapat memastikan keakuratan, konsistensi, aksesibilitasi, dan kualitas tinggi dari sebuah data, sehingga sangat penting untuk mengikuti aturan pengintegritasan suatu data. Data yang mempunyai integritas identik di pertahankan selama operasi apapun (seperti bisnis transfer, penyimpanan, atau pengambilan). Secara sederhana dalam istilah bisnis, integritas data adalah jaminan bahwa data konsisten, bersertifikat dan dapat dirujukan.
Integritas data artinya akurasi dan kebenaran data. Integritas data dalam sebuah sistem basis data harus dijaga untuk menjaga kebenaran data yang disimpan. 

Ada beberapa cara dan tujuan dalam menjaga integritas data, diantaranya :
· Memasukkan aturan bisnis di dalam database
· Menjaga agar data yang tidak valid tidak masuk ke database
· Menjaga konsistensi data pada relasi keterkaitan antar tabel


Integritas Data dapat Di kelompokan menjadi 2 bagian :
· Integritas data yang berada dalam relasi, yaitu integritas entitas dan integritas domain.
· Integritas yang berada di luar relasi, yaitu integritas referensial
Selain itu ada juga integritas yang ditentukan sendiri di dalam suatu perusahaan, yaitu integritas perusahaan (Enterprise integrity/ user Defined Integrity).


Secara garis besar integritas data dalam model relasional meliputi :
a. Integritas Entitas
b. Integritas Domain
c. Integritas Referensial
d. Integritas Enterprise
Agar memiliki suatu keamanan yang efektif dibutuhkan kontrol yang tepat. Seorang DBA memegang peranan penting pada sistem basisdata, oleh karena itu DBA harus mempunyai kemampuan dan pengetahuan yang cukup agar dapat mengatur sistem basis data. Keamanan merupakan suatu proteksi terhadap pengrusakan data dan pemakaian data oleh pemakai yang tidak berwenang.
a.  Sebutkan bentuk-bentuk akses yang secara secara sengaja dapat merusak atau merugikan pemilik basisdata
Jawab: SQL injection,Pengambilandata / pembacaandata olehpihakyang tidak berwenang, Pengubahan data oleh pihak yang tidak berwenang, Penghapusandataolehpihakyangtidak berwenang,Pencurianbackupdatabase.


b. Untuk melindungi basis data, jelas level-level pengamanan basis data yang harus dilakukan.
Level pengamanan basis data :
A. Relasi adalah pengguna diperbolehkan atau tidak diperbolehkan mengakses langsung suatu relasi

B. View adalah pengguna diperbolehkan atau tidak diperbolehkan mengakses data yang terapat pada view
C. Read Authorization adalah pengguna diperbolehkan membaca data, tetapi tidak dapat memodifikasi.
D. Insert Authorization adalah pengguna diperbolehkan menambah data baru, tetapi tidak dapat memodifikasi data yang sudah ada.
E. Update Authorization adalah engguna diperbolehkan memodifikasi data, tetapi tidak dapat menghapus data.
F. Delete Authorization adalah pengguna diperbolehkan menghapus data.

c. Jelaskan bentuk-bentuk otoritas user terhadap data yang disimpan dalam table/relasi basis data
Ada 6 bentuk-bentuk otoritas terhadap data yang tersimpan dalam table/relasi basis data, yaitu : 
1) Relasi, yaitu pengguna diperbolehkan atau tidak diperbolehkan mengakses langsung suatu relasi. 
2) View, yaitu pengguna diperbolehkan atau tidak diperbolehkan mengakses data yang terapat pada view. 
3) Read Authorization, yaitu pengguna diperbolehkan membaca data, tetapi tidak dapat memodifikasi. 
4) Insert Authorization, yaitu pengguna diperbolehkan menambah data baru, tetapi tidak dapat memodifikasi data yang sudah ada. 
5) Update Authorization, yaitu pengguna diperbolehkan memodifikasi data. 
6) Delete Authorization, yaitu pengguna diperbolehkan menghapus data.
DBMS pada umumnya memiliki fasilitas proteksi data. Untuk memproteksi data terhadap segala macam kemungkinan, DMBS menyediakan kontrol untuk :
  1. Security
  2. Integrity
  3. Recovery
  4. Concurrency

SECURITY DATA

Security merupakan suatu proteksi terhadap pengrusakan data dan pemakaian data oleh user yang tidak berwenang. Organisasi harus dapat mengidentifikasi masalah keamanan yang mungkin mengganggu jalan operasional basis data.
Penyalahgunaan basis data dapat dikategorikan sebagai tindakan yang disengaja maupun yang tidak sengaja.

Untuk kategori yang tidak disengaja dapat disebabkan oleh :
  1. Kerusakan selama proses transaksi
  2. Anomali yang disebabkan oleh akses basis data yang konkuren
  3. Anomali yang disebabkan oleh pendistribusian data pada beberapa komputer
  4. Kesalahan logika yang dapat mengancam kemampuan transaksi untuk mempertahankan konsistensi basis data

Untuk kategori kedalam tindakan yang disengaja antara lain disebabkan oleh :
  1. Pengambilan data/pembacaan data oleh user yang tidak berwenang
  2. Pengubahan data oleh user yang tidak berwenang
  3. Penghapusan data oleh user yang tidak berwenang
Keamanan data dapat dilakukan dengan otorisasi, tabel view, backup data dan recovery, integritas data, enkripsi.

Berkaitan dengan security data, pada DBMS sering dijumpai istilah privilege (hak istimewa) dan Authority (Wewenang) Merupakan pemberian wewenang atau hak istimewa untuk mengakses sistem ataupun objek dari sistem. Kontrol otorisasi dapat dibangun pada perangkat lunak dan tidak hanya mengontrol sistem atau obyek yang dapat diakses oleh pengguna, tapi juga bagaimana pengguna menggunakanny. Kontrol otorisasi sama dengan kontrrol akses.

Sistem administrasi biasanya bertanggung jawab untuk memberikan hak akses dengan membuat account penggunanya untuk penggunaan sistem komputernya, tetapi pengguna tidak mempunyai otorisasi untuk menggunakan DBMS sebelum mendapatkan hak akses yang diberikan oleh DBA.

Pada saat pengguna telah diberikan hak akses  untuk menggunakan DBMS, bermacam-macam hak istimewa akan dapat digubnakan secara otomatis. Hak istimewa / privileges adalah pemberian hak akses kepada pengguna untuk  menyelesaikan tugas-tugas mereka.

INTEGRITAS DATA

Salah satu karakteristik sistem informasi yang baik adalah kemampuannya memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu. Keakuratan informasi hanya dapat diperoleh jika didukung perancangan dan implementasi database yang handal. Integrity di dalam istilah basis data berarti memeriksa keakuratan dan validasi data.

Oleh karena itu database harus menjamin integritas (keutuhan) data yang disimpannya. Harus dijamin agar perubahan terhadap basis data yang dilkaukan user yang berhak tidak menghasilkan ketidakkonsistenan  data. Harus dijamin pula gara database tidak mengalami kerusakan secara sengaja.
Untuk itu dalam database dikenal dengan aturan integritas (integrity constraints) yang mengatur definisi dan modifikasi terhadap database sehinggan menjamin integritas database tersebut.
Terdapat beberapa jenis aturan integritas (integrity constraints) yang menjamin konsistensi dan integritas database, yaitu :
  1. Aturan integritas entitas (Entity Integrity Constraints)
  2. Aturan Domain (Domain Constraints)
  3. Aturan integritas refensial (Referential Integrity Constraints)
  4. Aturan berbasis atribut (Attribute-based Constraints) dan Aturan berbasis Record (Tuple Based Constraints)
  5. Pernyataan (Assertions)
  6. Pemicu (Trigger)

RECOVERY DATA

DBMS harus memiliki fasilitas backup dengan database recovery-nya dilanjutkan dengan kesalahannya. Dengan menyimpan pada tempat yang aman sehingga jika terjadi kesalahan pada data maka data dapat diambil dari data duplikat yang terakhir.

Selain melakukan backup data penting juga melakukan pen-jurnal-an dimana proses ini menyimpan dan mengatur log file (jurnal) dari semua perubahan yang dibuat oleh database utnuk recovery yang nantinya akan efektif jika terjadinya kesalahan.

CONCURRENCY DATA

Konkurensi berarti bahwa sejumlah transaksi diperkenankan untuk mengakses data yang sama dalam waktu yang sama. Hal ini seperti ini menjadi titik perhatian bagi DBMS yang mendukung multiuser. Sehingga diperlukan mekanisme pengontrolan konkurensi. Tujuannya untuk menjamin bahwa transaksi-transaksi yang konkuren tidak saling mengganggu operasi masing-masing.

Dalam kasus konkurensi, terdapat 3 masalah yang dapat terjadi :
  1. Masalah Kehilangan Modifikasi (lost update problem)
  2. Masalah Modifikasi Sementara ( uncommitted dependency problem)
  3. Masalah Analisis Yang tidak Konsisten (inconsistent analysis problem)
a. Pada Tahap Pemilihan DBMS : Sebutkan  dan jelaskan faktor untuk memperlancar pemilihan paket DBMS untuk system informasi dalam organisasi.
Jawab  ; 
Faktor-faktor untuk memperlancar pemilihan DBMS :

Pemilihan DBMS berdasarkan beberapa faktor, beberapa hal teknis, ekonomi dan kebijakan organisasi. Faktor teknis berhubungan dengan ketepatan DBMS yang dipilih. Hal-hal yang harus dipertimbangkan secara ekonomi dan factor organisasi adalah ;
1.      Software acquisition cost
2.      Maintenance cost
3.      Hardware acquisition cost
4.      Database creation and conversion
5.      Personal cost
6.      Training cost
7.      Operating cost

Beberapa faktor ekonomi dan organisasi yang berakibat pemilihan suatu DBMS:
a.       Organization-wide adoption of a certain
b.      Familiarity of personnel with the
c.       Availability of vendor service 

b.  Jika diambil keputusan akan menggunakan DBMS Oracle pada sistem basis data yang baru dari DBMS SqlServer pada sistem basis data yang lama, faktor apa saja yang harus dipertimbangkan dan jelaskan alasannya
  1. Faktor Software acquisition cost
  2. Maintenance cost
  3. Database creation and conversion


  1. Perancangan skema konseptual
    Menguji kebutuhan-kebutuhan data dari suatu database yang merupakan hasil dari tahap 1 dan menghasilkan sebuah conceptual database schema pada DBMS-independent model data tingkat tinggi seperti EER (Enhanced Entity Relationship) model.Untuk menghasilkan skema tersebut dapat dihasilkan dengan penggabungan bermacam-macam kebutuhan user dan secara langsung membuat skema database atau dengan merancang skema-skema yang terpisah dari kebutuhan tiap-tiap user dan kemudian menggabungkan skema-skema tersebut. Model data yang digunakan pada perancangan skema konseptual adalah DBMS-independent dan langkah selanjutnya adalah memilih DBMS untuk melakukan rancangan tersebut.

  1. Perancangan transaksi
    Menguji aplikasi-aplikasi databasedimana kebutuhan-kebutuhannya telah dianalisa pada fase 1, dan menghasilkan perincian transaksi-transaksi ini.Kegunaan tahap ini yang diproses secara paralel bersama tahapp perancangan skema konseptual adalah untuk merancang karakteristik dari transaksi-transaksi database yang telah diketahui pada suatu DBMS-independent. Transaksi-transaksi ini akan digunakan untuk memproses dan memanipulasi database suatu saat dimana database tersebut dilaksanakan.
A. Sebutkan 6 tahap perancangan basis data!
Jawab :
1. Koleksi dan analisa kebutuhan
2. Desain basis data konseptual
3. Pemilihan DBMS
4. Pemetaan model data (disebut juga desain basis data logika)
5. Desain basis data fisik.
6. Implementasi dan tuning sistem basis data

B. Manakah dari 6 tahap tersebut sebagai aktifitas utama dalam proses perancangan basis data ? Mengapa ?
jawab :
  • Desain basis data konseptual
  • Pemetaan model data (disebut juga desain basis data logika)
  • Desain basis data fisik
Karena suatu database yang merupakan hasil dari tahap 1 dan menghasilkan sebuah conceptual database schema pada DBMS-independent model data tingkat tinggi seperti EER (Enhanced Entity Relationship) model.setelah itu skema konseptual ditransformasikan dari model data tingkat tinggi yang digunakan pada tahap 2 ke dalam model data dari model data dari DBMS yang dipilih pada tahap 3.

c. Mengapa perancangan skema dan aplikasi dilakukan secara parallel ?
Jawab : Karena aktifitas pertama yaitu desain skema konseptual, menentukan kebutuhan data yang dihasilkan pada tahap 1 dan menghasilkan skema basis data konseptual. Aktifitaskedua, desain transaksi dan aplikasi, menentukan analisa aplikasi basis data pada tahap1 dan menghasilkan spesifikasi level tinggi untuk aplikasi tersebut.

d. Mengapa digunakan model data implementation-independent selama perancangan skema konseptual ?
Jawab : Skema konseptual tidak tersedia sebagai deskripsi stabil dari isi basis data. Pemilihan DBMS dan keputusan desain dapat berubah tanpa mengubah skema konseptual DBMS-independent.


e. Mengapa diperlukan koleksi (Pengumpulan data) dan analisa kebutuhan
Jawab : Karena ini suatu tahap dimana kita melakukan proses indentifikasi dan analisa kebutuhan-kebutuhan data dan ini disebut pengumpulan data dan analisa. Untuk menentukan kebutuhan-kebutuhan suatu sistem database, kita harus mengenal terlebih dahulu bagian-bagian lain dari sistem informasi yang akan berinteraksi dengan sistem database, termasuk para user yang ada dan para useryang baru beserta aplikasi-aplikasinya. Kebutuhan-kebutuhan dari para user dan aplikasi-aplikasi inilah yang kemudian dikumpulkan dan dianalisa.
Siklus hidup aplikasi basis data berhubungan dengan siklus hidup sistem informasi. Siklus kehidupan sistem informasi sering disebut macro life cycle, dimana siklus kehidupan basis data merupakan micro life cycle. Proses perancangan basis data merupakan bagian dari siklushidup sistem informasi.
Ada 6 fase proses perancangan basis data, yakni:
1. Pengumpulan data dan analisa
Proses identifikasi dan analisa kebutuhan-kebutuhan data disebut pengumpulan data dan analisa. Untuk menentukan kebutuhan-kebutuhan suatu sistem basis data, pertama harus mengenal bagian-bagian lain dari sistem informasi yang akan berinteraksi dengan sistem basis data, termasuk para pemakai yang ada dan para pemakai yang baru serta aplikasi-aplikasinya. Kebutuhan-kebutuhan dari para pemakai dan aplikasi inilah yang kemudian dikumpulkan dan dianalisa.
Ada 4 aktivitas pengumpulan data dan analisis, yaitu:
  • Menentukan kelompok pemakai dan bidang-bidang aplikasinya.
  • Peninjauan dokumentasi yang ada.
  • Analisa lingkungan operasi dan pemrosesan data.
  • Daftar pertanyaan dan wawancara.
2. Perancangan basis data secara konseptual
Tujuan dari fase ini adalah menghasilkan conceptual schema untuk basis data yang tergantung pada sebuah DBMS yang spesifik. Sering menggunakan sebuah high-level data model seperti ERD (Entity Relationship Diagram) model selama fase ini. Dalam conceptual schema, kita harus memerinci aplikasi-aplikasi basis data yang diketahui dan transaksi-transaksi yang mungkin.
Fase perancangan basis data secara konseptual mempunyai 2 aktifitas paralel :
1) Perancangan skema konseptual :
Berfungsi untuk menguji kebutuhan-kebutuhan data dari suatu basis data yang merupakan hasil dari fase 1, dan menghasilkan sebuah conceptual basis data schema pada DBMS independent model data tingkat tinggi seperti ERD (Entity Relationship Diagram) model. Skema ini dapat dihasilkan dengan menggabungkan bermacam-macam kebutuhan pengguna dan secara langsung membuat skema basis data atau dengan merancang skema-skema yang terpisah dari kebutuhan tiap-tiap pengguna dan kemudian menggabungkan skema-skema tsb. Model data yang digunakan pada perancangan skema konseptual adalah DBMS-independent, dan langkah selanjutnya adalah memilih sebuah DBMS untuk melaksanakan rancangan tsb.
2) Perancangan transaksi :
Berfungsi untuk menguji aplikasi-aplikasi basis data dimana kebutuhan-kebutuhannya telah dianalisa pada fase 1, dan menghasilkan perincian transaksi-transaksi ini. Pada tahap ini merupakan pembuatan flowchart dan kegunaan fase ini yang diproses secara paralel bersama fase perancangan skema konseptual adalah untuk merancang karakteristik dari transaksi-transaksi basis data yang telah diketahui pada suatu DBMS-independent. Transaksi-transaksi ini akan digunakan untuk memproses dan memanipulasi basis data suatu saat dimana basis data tsb dilaksanakan.
3. Pemilihan DBMS
Pemilihan basis data ditentukan oleh beberapa faktor, diantaranya : faktor teknik, ekonomi dan organisasi.
Contoh faktor teknik :
Keberadaan DBMS dalam menjalankan tugasnya seperti jenis-jenis DBMS (relational, network, hierarchical), struktur penyimpanan, dan jalur akses yang mendukung DBMS, pemakai, dll.
Faktor-faktor ekonomi dan organisasi yang mempengaruhi satu sama lain dalam pemilihan DBMS :
  • Struktur data yakni jika data yang disimpan dalam basis data mengikuti struktur hirarki, maka suatu jenis hirarki dari DBMS harus dipikirkan.
  • Personal yang telah terbiasa dengan suatu sistem yakni jika staf programmer dalam suatu organisasi sudah terbiasa dengan suatu DBMS, maka hal ini dapat mengurangi biaya latihan dan waktu belajar.
  • Tersedianya layanan purna jual yakni keberadaan fasilitas pelayanan purna jual sangat dibutuhkan untuk membantu memecahkan beberapa masalah sistem.
  • Perancangan basis data secara logika (pemetaan model data)
Fase selanjutnya dari perancangan basis data adalah membuat sebuah skema konseptual dan skema eksternal pada model data dari DBMS yang terpilih. Fase ini dilakukan oleh pemetaan skema konseptual dan skema eksternal yang dihasilkan pada fase 2. Pada fase ini, skema konseptual ditransformasikan dari model data tingkat tinggi yang digunakan pada fase 2 ke dalam model data dari DBMS yang dipilih pada fase 3.
Dalam perancangan basis data secara logik, kita dapat melakukannya dengan cara :
  • Menerapkan Normalisasi terhadap struktur tabel yang telah diketahui.
  • Langsung membuat model Entity-Relationship (ER).
Model data secara logik merupakan sumber informasi perancangan fisik. Model ini menyediakan perancang suatu kendaraan untuk pertimbangan dalam merancang basis data yang efisien.
5. Perancangan basis data secara fisik
Perancangan basis data secara fisik merupakan proses pemilihan struktur-struktur penyimpanan dan jalur-jalur akses pada file-file basis data untuk mencapai penampilan yang terbaik pada bermacam-macam aplikasi. Selama fase ini, dirancang spesifikasi-spesifikasi untuk basis data yang disimpan yang berhubungan dengan struktur-struktur penyimpanan fisik, penempatan record dan jalur akses. Berhubungan dengan internal schema (pada istilah 3 level arsitektur DBMS). Pada tahap ini, perancangan fisik telah ditujukan untuk system DBMS tertentu. Perancangan basis data tingkat fisik sudah dikaitkan dengan platform dan perangkat lunak system manajemen basis data dimana basis data diimplementasikan.
Beberapa petunjuk dalam pemilihan perancangan basis data secara fisik:
Response time, ialah waktu akses basis data untuk data item yang ditunjuk oleh suatu transaksi. Response time juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yang tidak berada di bawah pengawasan DBMS, seperti penjadwalan sistem operasi atau penundaan komunikasi.
Space utility, ialah jumlah ruang penyimpanan yang digunakan oleh file-file basis data dan struktur jalur akses.
Transaction throughput, ialah rata-rata jumlah transaksi yang dapat diproses per menit oleh sistem basis data dan merupakan parameter kritis dari sistem transaksi (misal : digunakan pada pemesanan tempat di pesawat, bank, dll). Hasil dari fase ini adalah penentual awal dari struktur penyimpanan dan jalur akses untuk file-file basis data.
6. Implementasi sistem basis data
Setelah perancangan secara logika dan secara fisik lengkap, kita dapat melaksanakan sistem basis data. Perintah-perintah dalam DDL dan DML (Data Manipulation Language) dari DBMS yang dipilih, dihimpun dan digunakan untuk membuat skema basis data dan file-file basis data (yang kosong). Sekarang basis data tsb dimuat (disatukan) dengan datanya. Jika data harus dirubah dari sistem komputer sebelumnya, perubahan-perubahan yang rutin mungkin diperlukan untuk format ulang datanya yang kemudian dimasukkan ke basis data yang baru. Transaksi-transaksi basis data sekarang harus dilaksanakan oleh para programmer aplikasi. Spesifikasi secara konseptual diuji dan dihubungkan dengan kode program dengan perintah-perintah dari embedded DML yang telah ditulis dan diuji. Suatu saat transaksi tsb telah siap dan data telah dimasukkan ke dalam basis data, maka fase perancangan dan implementasi telah selesai, dan kemudian fase operasional dari sistem basis data dimulai.
Metodologi Perancangan Basis Data
Metodologi perancangan basis data adalah kumpulan teknik terorganisasi untuk pembuatan rancangan basis data. Teknik terorganisasi ini merupakan kumpulan tahap-tahapan yang memiliki aturan-aturan terurut.
Langkah-langkah Metodologi Perancangan Basis Data
Berikut adalah perancangan basis data relasional :
  • Dimulai dari perancangan basis data logik untuk basis data relasional pada tahap 1 sampai dengan tahap 3.
  • Perancangan dan implementasi basis data fisik untuk basis data relasional pada tahap 4 sampai dengan tahap 7.
    1. Tahap 1
    Membangun rancangan data konseptual lokal berdasarkan pandangan pemakai. Yaitu mengidentifikasikan himpunan entitas – himpunan entitas. Mengidentifikasikan keterhubungan-keterhubungan (relationship), mengidentifikasikan dan asosiasikan atribut-atribut pada entitas atau keterhubungan, menentukan domain atribut, menentukan atribut-atribut candidate key dan primary key, melakukan spesialisasi/generalisasi, menggambarkan diagram ER, melakukan review model data konsep dengan pemakai.
    2. Tahap 2
    Membangun dan validasi model data logik lokal. Yaitu memetakan model data konsep ke model data logik, melakukan turunan relasi-relasi dari model data logik, validasi model menggunakan normalisasi, validasi model berdasarkan transaksi – transaksi pemakai, menggambarkan ER nya, mendefinisikan kontsrain-konstrain (batasan-batasan) integritas, melakukan review model data logik dengan pemakai.
    3. Tahap 3
    Membangun dan validasi model data logik global. Yaitu menggabungkan model data logik lokal menjadi model global, validasi model data logik global, periksa untuk pertumbuhan masa datang, menggambarkan diagram ER akhir, melakukan review model logik global dengan pemakai.
    4. Tahap 4
    Menerjemahkan model data logik global untuk DBMS target. Yaitu merancang relasi-relasi basis untuk DBMS target, merancang aturan-aturan integritas untuk DBMS target.
    5. Tahap 5
    Merancang dan implementasi representasi fisik. Yaitu menganalisa transaksi-transaksi, memilih organisasi file, memilih indeks-indeks sekunder, mempertimbangkan penambahan redudansi yang terkendali, estimasikan ruang disk yang diperlukan.
    6. Tahap 6
    Merancang dan mengimplementasikan mekanisme pengamanan. Yaitu merancang view-view pemakai, merancang aturan-aturan pengaksesan.
    7. Tahap 7
    Memonitor dan menyesuaikan system yang sedang operasi.
    Pengertian  Model EER
    ü    Model entity Relationship yang ditambah kemampuan semantiknya dengan beberapa konsep yang lebih kompleks.
    ü    EER adalah model konseptual (atau semantik) model data, mampu menjelaskan persyaratan data untuk sistem informasi baru dalam notasi grafis langsung dan mudah dipahami.
    ü    Kebutuhan data untuk database dijelaskan dalam hal skema konseptual, dengan menggunakan model EER.


    ü    Skema EER dapat dibandingkan dengan diagram-diagram UML.


    Konsep  Model EER
    Konsep-konsepnya antara lain :
               Subclass
               Superclass
               Generalization
               Specialization
    l  Specialization Hierarchy
    l  Specialization lattice
               Attribute Inheritance
               Shared Subclass
               Categorization


    The Constructs of the EER Model


    Pengertian Entity/Entitas
             Entity adalah obyek yang dapat dibedakan dalam dunia nyata
             Entity set adalah kumpulan dari entity yang sejenis
             Entity set dapat berupa :
    – Obyek secara fisik : Rumah, Kendaraan, Peralatan
    – Obyek secara konsep : Pekerjaan , Perusahaan, Rencana


    Pengertian Relationship
    Relationship adalah hubungan yang terjadi antara satu atau lebih entity.
    Relationship set adalah kumpulan relationship yang sejenis.



    Pengertian Atribut
    Atribut adalah karakteristik dari entity atau relationship, yang menyediakan penjelasan detail tentang entity atau relationship tersebut.
    Jenis-jenis Atribut :
    -          Key
    -          Atribut Simple
    -          Atribut Multivalue
    -          Atribut Composite
    -          Atribut Derivatif


    Pengertian Cardinality
    Menjelaskan batasan jumlah keterhubungan satu entity dengan entity lainnya.



    Pengertian Subclass (EER)
    Sub-Kelas (Subclass)
              Subset dari suatu entitas yang dikelompokkan dalam pengertian tertentu yang perlu disajikan secara eksplisit.
              Contoh : Entitas PEGAWAI mempunyai beberapa subclass seperti SEKRETARIS, TEKNISI, AHLI (Gbr. 1 Spesialisasi tipe pekerjaan entity PEGAWAI)


    Pengertian Superclass
    Super-Kelas (Superclass)
              Entitas yang merupakan induk dari subclass-subclassnya.
              Contoh : Subclass SEKRETARIS, TEKNISI, SALES mempunyai superclass PEGAWAI (Gbr. 1)
    Spesialisasi (Spesialiazation)
              Proses pemecahan entitas menjadi subclass-subclass beserta atribut-atributnya.
              Terdapat beberapa jenis spesialisasi seperti Disjoint Total, Disjoint Partial, Overlapping Total dan Overlapping Partial.
              Contoh : Spesialisasi dari PEGAWAI berdasarkan tipe pekerjaan.


    Pengertian Generalization
              Proses penggabungan subclass-subclass menjadi suatu entitas yang lebih umum.
              Contoh : Generalisasi dari MOBIL dan TRUK menjadi KENDARAAN
                             
    Generalisasi dari Mobil dan Truk menjadi kendaraan


    Disjoint Constraint
              Constraint yang menerangkan bahwa subclass-subclass dari spesialisasi saling disjoint, artinya entity merupakan anggota dari salah satu subclass.
              Disjoint Constraint direpresentasikan dengan lambang “d” yang berarti disjoint.
              Contoh : entity dari spesialisasi tipe pekerjaan dari PEGAWAI merupakan anggota dari subclass PEGAWAI TETAP atau PEGAWAI HONORER



    Non Disjoint Constraint
              Constraint yang menerangkan bahwa subclass-subclass dari spesialisasi tidak saling disjoint, artinya entity mungkin anggota lebih dari satu subclass.
              Non-Disjoint digambarkan dengan lambang “o” yang berarti overlapping.
              Contoh : entity dari spesialisasi tipe barang merupakan anggota dari subclass BARANG PABRIK juga anggota dari subclass BARANG TERJUAL

    Total Specialization Constraint
              Constraint yang menerangkan bahwa setiap entity didalam superclass harus merupakan anggota dari salah satu subclass.
              Contoh : enityty PEGAWAI harus termasuk subclass dari PEGAWAI TETAP atau PEGAWAI HONORER (Gbr. 4)
    Partial Specialization Constraint
              Constraint yang menerangkan bahwa setiap entity didalam superclass dapat merupakan anggota dari subclass-subclass yang didefinisikan.
              Contoh dari PEGAWAI dapat merupakan anggota dari subclass MANAGER, TEKNISI atau SALES.

        Spesialisasi berdasarkan tipe pekerjaan dan Kontrak dari pegawai/metode pembayaran
    Specialization Hierarchy
    Spesialisasi bertingkat dimana setiap subclass berpartisipasi didalam satu kelas / subclass relationship.
    Specialization Lattice
    Spesialisasi bertingkat dimana suatu subclass dapat berpartisipasi didalam beberapa kelas / subclass relationship.
    Shared-Subclass
              Subclass yang mempunyai lebih dari satu superclass.
              Contoh : subclass ASISTEN PELATIH mempunyai dua superclass yang tipenya sama yaitu SALES & PELATIH.
    Spesialisasi dengan subclass yang digunakan bersama (shared subclass)

    KATEGORI
              Adalah kebutuhan yang timbul untuk model suatu relationship superclass/subclass tunggal dengan lebih dari satu superclass dimana superclass-superclass tersebut menggambarkan jenis entity yang berbeda.
              Sebuah kategori mempunyai satu atau lebih superclass yang dapat mewakili tiap tipe entity. Dimana superclass/subclass lainnya bias saja hanya mempunyai satu superclass.
              Kategori dapat saja untuk seluruh relasi atau hanya sebagian saja.
              Contoh : terdapat 3 jenis entitas yaitu PERSON, BANK, & COMPANY. Dalam suatu database REGISTERED_VEHICLE, pemilik kendaraan (OWNER) bias saja perorangan, bank atau perusahaan.